Mittwoch, 6. Mai 2015

Hijrah, menjadi lebih baik itu harus!

Aku bukan lagi pendengar musik, pemain gitar dan piano, bukan lagi pecinta syair dan sajak2 cinta...
Aku tidak lagi senang bersenandung, menggambar makhluk, memajang foto dan menikmati pesta dan tarian2...

Ahh masa jahilku.. Masa penuh ketidaktahuanku, kesombonganku serta ketidakinginanku mendekati orang2 shalihin..

Ahh masa jahilku.. Moga Allah ampuni dan ganti dengan masa dimana aku menjadi sebaik2 manusia yang bermanfaat bagi manusia lain, sebaik2 makhluk-Nya yang mengejar cinta dan Ridho-Nya semata...

-devy, seorang hamba yang akhirnya paham makna menghamba-


Montag, 4. Mai 2015

Teruntuk saudariku berhati lembut di seberang sana

Seorang teman yang cepat sekali kuanggap sebagai sahabat, saudara sekaligus adik perempuan. Yang santunnya menyontohkan akhlak yang baik, yang takwanya mengingatkan pada akhirat.
Semoga Allah segera pertemukan dengan jodoh yang baik nan shalih, merahmatimu dengan nikmat sehat dan berkah pada tiap langkah kehidupanmu.

"Mukmin itu Ma'lafah: mudah berikatan hati. Dan tiada kebaikan pada orang yang tak cepat mengakrabkan diri lagi sukar diakrabi (HR. Ahmad)."

Samstag, 5. November 2011

05.11.2011

Dear mas Awin yg kusayangi karena Allah..
Hari ini genap 23 tahun mas menjalani hidup di bumi-Nya. Menjadi imam yang baik untukku, ayah yang bertanggungjawab dan sayang pada keluarga kita, selalu sehat dan bahagia dunia akhirat adalah doa yg tulus kupanjatkan hari ini untukmu..

Dear mas Awin yg kusayangi karena Allah..
Hari ini tepat 3 tahun kita mulai hubungan dengan niat baik. Selalu berharap bahwa akan datang hari dimana malaikat dan manusia mendoakan keberkahan dan kebahagiaan untuk kita. Berharap bahwa keluarga mas dan keluargaku kelak akan menjadi keluarga yg besar dan rukun. Berharap bahwa kita dapat memberikan banyak manfaat kepada orang lain.

Dan harapan itu pun terjadi dengan izin Allah.. Segala puji bagi-Nya, Sang Pengatur bumi dan isinya.. pernikahan kita pun berlangsung di tanggal 9/10/2011. Perjuangan sejak 3 tahun lalu pun berakhir penuh bahagia. (dan semoga Allah memberkahi.amin). Perjuangan yang sama sekali tidak ringan. Untuk meyakinkan papa, mama, bapak dan ibu bahwa kita anak2nya ini ingin membina keluarga bahagia penuh cinta seperti yang mereka ajarkan..

Maha Baik Allah dengan takdir-Nya yang sempurna. Allaahuakbar, Allaahuakbar, Allaahuakbar...

Seperti kata mas, insya Allah masih ada 99 tahun lagi kita bersama, di dunia ataupun di akhirat nanti.. Aamiin..

Yours,
Devy & Anak2 kita


Mittwoch, 15. Juni 2011

marry you^^

Marrying my best friend is probably the best thing that could happen to me :)

Dienstag, 3. Mai 2011

Perpisahan?

Satu bulan berlalu.
Sejak kepergian seorang teman, kakak, dan saudari dalam Iman dan Islam..
Namanya Elly, seorang yang sudah kucintai dengan hati..

Sejak itu aku jadi sering merenung.
Tentang hikmah dari perpisahan.
Aku yang dulunya lebih sering meninggalkan, akhir2 ini jd sering ditinggalkan.. Aku yang lebih senang jika dirindukan, kini lebih sering merindukan.. Aku yang sering lupa akan hal2 sederhana, kini sebisa mungkin ingin slalu kujaga, karna toh hal2 istimewa adalah tumpukan hal2 sederhana yang terkumpul rapi dan elok di lembaran hidup seorang manusia..

Ya, sejak itu aku jadi sering merenung...

Montag, 6. Dezember 2010

Mama

Satu hal yg membuatku berpikir berkali-kali tuk melanjutkan master dsini...

mama yang sering skali sendirian di rumah..
kakakku yg sudah menikah, adikku yg kuliah di luar kota, dan aku yg kuliah di luar negeri..
betapa anak2 perempuanmu lbh cepat meninggalkanmu sendiri sebelum waktunya mah..

Papa adalah pegawai negeri yang mau tidak mau, suka tidak suka, harus berpindah2 tempat kerja sesuai dengan SK yang didapatnya. Sudah lbh dari 5 tahun Papa tinggal sendiri untuk bekerja di PLN Jakarta. Setiap 2 minggu sekali di akhir pekan, Beliau sempatkan untuk menemui keluarganya yang memutuskan untuk tinggal di Surabaya.

Adek Tryas sudah sejak 4 tahun lalu kuliah di Universitas Brawijaya, Malang, yang jaraknya memang hanya 2,5 jam naik mobil dari surabaya. Namun, kesibukan kuliahnya sebagai mahasiswi kedokteran tak ayal membuatnya hanya sempat 1 bulan sekali pulang dan menemani mama di rumah.

Sebenarnya aku agak tenang, karna kak Venny dan suaminya setiap senin-jumat selalu ada di rumah menemani mama. Hanya setiap weekend, mereka tinggal di rumah mertua kak Venny. Apalagi, sekarang ada si Jagoan cilik, Zidan, mama pasti ga pernah ngerasa kesepian lagi :)

Tapiii.. akhir bulan depan, rumah kak venny selesai. Dan itu artinya, kak venny akan tinggal di rumahnya sendiri dan meninggalkan mama sendirian di rumah yang terlalu besar untuk ditinggali 1 orang saja itu.

Allah Rahman, Allah Rahim, Allahu Yaa Ghaffar, Yaa Nurul Qolbi..
Disini, hamba tau rasanya sendirian tanpa keluarga..
Disini, tak jarang airmata ini jatuh setiap kali merindukan mereka..
Disini, terbayang raut wajah mama yang akan merasakan itu semua..
Lindungi mama yaa Allah, berikan kesehatan padanya, senangkan hatinya, muliakan kedudukannya di hadapanMu dan izinkan hamba menjadi anak sholeh yang akan memberatkan timbangan pahalanya di akhirat nanti.. Amin Allahumma Amiin..

Berlin, 30.05.2011
i love u, mom. i really really do! :')

belajar satu hal hari ini...

bahwa menjadi tau tidak selamanya lebih menyenangkan daripada tidak tau dan pura2 tidak peduli

Dienstag, 16. November 2010

Keutamaan ilmu :)

Baru saja membaca beberapa bait dari sebuah buku yg tergeletak di mesjid Al Falah siang ini. Judulnya: Sentuhan Qalbu.

Buku dengan hardcover ini entah milik siapa, yg jelas begitu aku membukanya secara acak, ada beberapa bait yang begitu eyecathing seolah memaksa tuk dibaca.. *agak berlebihan memang, tapi sudahlah bukan itu poin dalam ceritaku kali ini:-)

Beberapa kalimat itu adalah tentang suatu ketika Ali bin Abi Thalib didatangi oleh sepuluh orang yang bertanya tentang satu pertanyaan secara bergiliran. Namun masing-masing dari mereka menginginkan Ali menjawab dengan jawaban yang berbeda. Mereka ingin membuktikan kepandaian seorang Ali, sebagaimana yang pernah disabdakan Rasulullah SAW.

Pemuda 1: “Hai Ali mana yang lebih utama, ilmu atau harta? Apa dasarnya?”
Ali: “Ilmu lebih utama daripada harta. Sebab ilmu adalah pusaka para Nabi, sedangkan harta adalah pusaka Qorun, Saddad, Fir’aun, dan lain-lain.

Pemuda 2: “Hai Ali mana yang lebih utama, ilmu atau harta? Apa dasarnya?”
Ali: "Sebab ilmu menjagamu, sedangkan harta, engkau yang harus menjaganya,”

Pemuda 3: “Hai Ali mana yang lebih utama, ilmu atau harta? Apa dasarnya?”
Ali: “Sebab, pemilik harta musuhnya banyak, sedang pemilik ilmu temannya banyak”

Pemuda 4: “Hai Ali mana yang lebih utama, ilmu atau harta? Apa dasarnya?”
Ali: “Sebab, harta jika dibelanjakan akan berkurang, sebaliknta ilmu jika diajarkan akan bertambah.”

Pemuda 5: “Hai Ali mana yang lebih utama, ilmu atau harta? Apa dasarnya?”
Ali: “Sebab, pemilik harta dipanggil dengan sifat bakhil dan cercaan, sedangkan pemilik ilmu dipanggil dengan nama agung dan kemuliaan,”

Pemuda 6: “Hai Ali mana yang lebih utama, ilmu atau harta? Apa dasarnya?”
Ali: “Sebab harta perlu dijaga pada pencuri sedangkan ilmu tidak,”

Pemuda 7: “Hai Ali mana yang lebih utama, ilmu atau harta? Apa dasarnya?”
Ali: “Sebab, pemilik harta kelak di hari akhirat akan dihisab, sedangkan pemilik ilmu akan diberi syafaat,”

Pemuda 8: “Hai Ali mana yang lebih utama, ilmu atau harta? Apa dasarnya?”
Ali: “Sebab, harta menjadi berkarat dan rusak jika disimpan, sedangkan ilmu tidak berkarat dan tidak rusak,”

Pemuda 9: “Hai Ali mana yang lebih utama, ilmu atau harta? Apa dasarnya?”
Ali: “Sebab harta bisa mengeraskan hati, tetapi ilmu malah menerangi hati,”

Pemuda 10: “Hai Ali mana yang lebih utama, ilmu atau harta? Apa dasarnya?”
Ali: “Sebab, pemilik pemilik harta bias mengaku Tuhan karena hartanya, sedangkan pemilik ilmu mengaku sebagai hamba”

hmmm.. Subhanallah bgt kan yaaa keutamaan ilmu??
Jadi, ayo berilmu teman2!! ^^)

Sonntag, 31. Oktober 2010

Peringatan di tanggal 29.10.2010

Tragedi? musibah? atau ujian?
Hmm, kurasa bukan.
Akan lebih tepat jika ini disebut sebuah peringatan dari Allah.

Disaat hati ini sedang senang menjadi satu2nya di kelasku yang mendapatkan sebuah nilai sempurna 1,0 di Ujian Labor pada Jumat ini, setelahnya aku langsung mendapatkan peringatan dari Allah. Aku diingatkan akan sebuah tanda bersyukur yg sempat terlupakan: Infaq. Tidak dengan sengaja, tapi terlupa karna banyaknya urusan dunia. Astaghfirullah. Semoga Allah mengampuni dosa hambanya ini.

Pada Jumat itu, aku mendapatkan undangan tuk datang ke mesjid merayakan hari ulang tahun seorang gadis mungil yg disenangi banyak orang. Selepas Labor, aku langsung mencari kado yang kurasa dia sukai di mall dekat kampus. Aku memang agak lelah saat itu, hingga tidak terasa selepas menelephone aku lupa menaruh handphonenya kembali ke tasku. Dan walhasil, dalam hitungan 10menit kedua handphone itu raib. (red: keduanya kuletakkan dalam satu cover hp). Masya Allah.

Saat itu, tidak ada yg bisa kuingat selain beristighfar sambil menenangkan hatiku. Sudah kulakukan berbagai cara seperti menanyakan pada si kasir, maupun menelepon nomerku dgn telepon umum. Tapi Nihil. Allah memang berkehendak demikian dan aku tidak bisa menolaknya. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Ikhlaskan hati ini yaa Rob, seikhlas kedua orangtuaku membesarkan aku hingga sekarang. Amin.

Hari sudah berganti, kisah di tanggal 29.10.2010 pun hanya bisa kujadikan hikmah, bahwa hidup adalah sebuah keseimbangan hak antara jasad dan ruhiyah. InsyaAllah.

Donnerstag, 14. Oktober 2010

Drowning..

Entah diri ini yg sulit sekali bersyukur ataukah memang pantas kesabaran ini makin menipis..

seperti tetesan hujan yg tidak akan pnah meluapkan lautan, seperti itu juga hati ini ingin kuperluas.. tapi aku sadar, bahwa kecepatan angin dan pergeseran kulit bumi memang tak terelakkan tuk menjadikannya ombak yg mengancam kehidupan..

aku hanya seorang devy, gadis kecil 22taun yg belum banyak tau cara menjinakkan ombak.. hingga tak jarang aku hanya berlari, bersembunyi dari satu perahu ke perahu lain, menghindari ancaman yg bisa saja kudapatkan karna menghadapi ombak2ku..
hingga akhirnya, ombak itu akan tetap setia berdiri di belakangku, sampai aku lelah, berhenti berlari kemudian ditenggelamkan olehnya..

sungguh, aku lelah..
lelah tuk slalu toleransi dan memberikan senyuman..
lelah tuk menegur kemudian memaafkan...

berlin, 14.10.2010 -langit mendung,seolah mendukung suasana hati ini-